Sabtu, 07 Mei 2011

ANALISIS UNSUR-UNSUR INTRINSIK FILM HOLLYWOOD DI INDONESIA

BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Karya sastra nampaknya tidak dapat terlepas dari kehidupan sehari-hari kita. Beberapa contoh karya sastra yang sering kita lihat sehari-hari adalah cerpen, novel, film, dan masih banyak lagi. Menurut Wahidin (2009), karya sastra adalah segala karangan yang mengandung nilai-nilai kebaikan yang dibuat dengan bahasa yang indah. Sedangkan Maryani (2010) mengatakan bahwa suatu hasil karya dapat dikatakan memiliki nilai sastra bila didalamnya memiliki kesepadanan antara bentuk dan isinya. Bentuk bahasanya baik dan indah, susunan beserta isinya dapat menimbulkan perasaan haru dan kagum di hati pembacanya.
Dalam kehidupan sehari-hari, karya sastra memiliki lima fungsi sebagai berikut:
1.    Fungsi rekreatif, yaitu dapat memberikan hiburan yang menyenangkan bagi penikmat atau pembacanya.
2.    Fungsi dedukatif, yaitu mampu mengarahkan atau mendidik pembacanya karena nilai-nilai kebenaran dan kebaikan yang terkandung didalamnya.
3.    Fungsi estetis, yaitu mampu memberikan keindahan bagi penikmat atau pembacanya karena sifat keindahannya.
4.    Fungsi moralitas, yaitu dapat memberi pengetahuan kepada pembacanya mengenai moral yang baik dan buruk, karena karya satra yang baik selalu mengandung moral yang tinggi.
5.    Fungsi religius, yaitu mampu menghasilkan karya sastra yang mengandung ajaran agama yang dapat diteladani para penikmat atau pembaca sastra.
Dilihat dari bentuknya, karya sastra terdiri dari empat bentuk, yaitu prosa, puisi, prosa liris, dan drama/film. Keempat bentuk karya sastra tersebut senantiasa hadir dalam kehidupan sehari-hari kita. Salah satunya adalah film. Drama atau film merupakan karya yang terdiri atas aspek sastra dan aspek pementasan. Aspek sastra drama berupa naskah drama dan aspek sastra film berupa skenario. Lebih lanjut lagi Rosari (2009) berpendapat bahwa, film merupakan media komunikasi sosial yang terbentuk dari penggabungan dua indra, penglihatan dan pendengaran, yang memiliki inti atau tema sebuah cerita yang banyak mengungkapkan realita sosial yang terjadi di sekitar lingkungan tempat dimana film itu sendiri tumbuh. Film berbeda dengan cerita buku atau cerita sinetron. Walaupun sama-sama mengangkat nilai esensial dari sebuah cerita, film mempunyai asas sendiri. Selain asas ekonomi bila dilihat dari kacamata industri, asas yang membedakan film dengan cerita lainnya adalah asas sinematografi. Asas sinematografi tidak dapat digabungkan dengan asas-asas lainnya karena asas ini berkaitan dengan pembuatan film. Asas sinematografi berisikan bagaimana tata letak kamera sebagai alat pengambil gambar, bagaimana tata letak property dalam film, tata artistic, dan berbagai pengaturan pembuatan film lainnya.
Perfilman Indonesia memiliki sejarah panjang dan sempat menjadi raja di Negara sendiri pada tahun 1980-an. Tapi karena satu dan hal lain, perfilman Indonesia semakin terpuruk pada tahun 1990-an, hal ini membuat hampir semua film Indonesia berkutat dalam tema-tema untuk orang dewasa. Pada saat itu film Indonesia sudah tidak lagi menjadi tuan rumah di negeri sendiri, pada umumnya film-film dari Hollywood telah merebut posisi tersebut.  Hingga pada awal abad baru, perfilman Indonesia mulai merangkak bangkit kembali, ditandai dengan munculnya film Petualangan Sherina dan Ada Apa Dengan Cinta yang mampu menggairahkan kembali minat masyarakat terhadap film Indonesia. Namun meski demikian, tidak dapat dipungkiri lagi bahwa film-film Hollywood telah mengambil bagian yang cukup besar dari perfilman Indonesia hingga saat ini. Tetapi tidak semua film garapan dari Hollywod tersebut dapat masuk ke industri perfilman Indonesia. Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) tampaknya selektif dalam memilih mana film yang dapat ditayangkan oleh bioskop-bioskop di Indonesia dan mana yang tidak dapat ditayangkan. Hal yang menjadi pertimbangan KPI selain terkandungnya lima fungsi karya sastra dari sebuah film, seperti yang telah dijelaskan di atas, KPI juga mempertimbangkan dari segi unsur-unsur intrinsik film Hollywood tersebut.
Menurut Wahidin (2009), unsur intrinsik adalah unsur yang menyusun sebuah karya sastra dari dalam yang mewujudkan struktur suatu karya sastra. Beliau mengemukakan unsur-unsur intrinsik dari drama/film terdiri dari tema dan amanat; tokoh dan penokohan; alur dan pengaluran; latar dan pelataran; serta pusat pengisahan. Sedangkan Tujiyono (2008) berpendapat bahwa unsur intrinsik film adalah unsur-unsur pembangunan struktur yang ada di dalam film itu sendiri, yang terdiri dari alur, amanat, bahasa, dialog, latar, petunjuk teknis, tema, dan tokoh. Dari pengertian di atas dapat kita ketahui bahwa unsur intrinsik film adalah usur-unsur yang membangun film yang dapat ditemukan dalam film tersebut. Sedangkan yang dimaksud dengan analisis unsur intrinsik film adalah mencoba memahami suatu karya sastra berbentuk film berdasarkan informasi-informasi yang dapat ditemukan dalam film tersebut.
Dengan menganalisis unsur-unsur intrinsik dari film-film Hollywood, maka hal ini akan dapat memberikan pemahaman mengenai karya film Hollywood yang hingga saat ini menjadi bagian dari industri perfilman Indonesia. Bahkan tidak mustahil bahwa film Hollywood telah menjadi daya tarik utama bagi masyarakat pecinta film di Indonesia. Jika dilihat dari keadaan perfilman Indonesia sekarang yang hampir semua filmnya didominasi oleh film-film yang bertemakan horror untuk orang dewasa yang nampaknya sudah mulai meninggalkan fungsi-fungsi film sebagai salah satu bentuk dari karya sastra, maka tidak heran bahwa kedudukan film Hollywood mampu menggeser film Indonesia.

1.2  Rumusan Masalah
Mengacu dari latar belakang mengenai penulisan makalah di atas, maka rumusan masalah yang akan dibahas adalah sebagai berikut:
1.      Bagaimanakah tokoh dan penokohan/perwatakan tokoh dalam film Hollywood di Indonesia?
2.      Bagaimanakah tema dan amanat dalam film Hollywood di Indonesia?
3.      Bagaimanakah latar dalam film Hollywood di Indonesia?
4.      Bagaimanakah alur dalam film Hollywood di Indonesia?
5.      Bagaimanakah sudut pandang dalam film Holywood di Indonesia?


1.3  Tujuan Pembahasan
Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan pembahasan makalah ini adalah sebagai berikut:
1.      Untuk mengetahui tokoh dan penokohan/perwatakan tokoh dalam film Hollywood di Indonesia.
2.      Untuk mengetahui tema dan amanat dalam film Hollywood di Indonesia.
3.      Untuk mengetahui latar dalam film Hollywood di Indonesia.
4.      Untuk mengetahui alur dalam film Hollywood di Indonesia.
Untuk mengetahui sudut pandang dalam film Hollywood di Indonesia.





BAB II
PEMBAHASAN

2.1  Tokoh dan Penokohan/Perwatakan Tokoh
Wahidin (2009) menjelaskan bahwa tokoh ialah pelaku dalam suatu film atau karya sastra. Dalam suatu film biasanya ada beberapa tokoh, namun biasanya hanya ada satu tokoh utama. Tokoh utama ialah tokoh yang sangat penting dalam mengambil peranan dalam film. Selain itu, terdapat dua jenis tokoh, yaitu tokoh datar (flash character) dan tokoh bulat (round character).
Tokoh datar ialah tokoh yang hanya menunjukkan satu segi, misalnya baik saja atau buruk saja. Contohnya tokoh yang jahat, maka sejak awal sampai akhir cerita tokoh tersebut akan tetap jahat. Sedangkan tokoh bulat adalah tokoh yang menunjukkan berbagai segi baik buruknya, kelebihan dan kelemahannya, jadi ada perkembangan yang terjadi pada tokoh ini. Dari segi kejiwaan dikenal ada tokoh introvert dan ekstrovert. Tokoh introvert ialah pribadi tokoh tersebut yang ditentukan oleh ketidaksadarannya. Tokoh ekstrovert ialah pribadi tokoh tersebut yang ditentukan oleh kesadarannya. Dalam karya sastra dikenal pula tokoh protagonis dan antagonis. Protagonis ialah tokoh yang disukai penonton atau penikmat sastra karena sifat-sifatnya yang cenderung baik dan memiliki hal-hal positif sehingga menarik simpati dari penonton. Antagonis ialah tokoh yang tidak disukai penonton atau penikmat sastra karena sifat-sifatnya yang cenderung jahat dan menjadi lawan dari tokoh protagonis sehingga membuat penonton antipati terhadap tokoh tersebut.
Penokohan atau perwatakan ialah teknik atau cara-cara menampilkan tokoh. Ada beberapa cara dalam menampilkan tokoh, yaitu cara analitik dan dramatik. Cara analitik ialah cara penampilan tokoh secara langsung melalui uraian sutradara. Jadi sutradara menguraikan ciri-ciri tokoh tersebut secara langsung. Cara dramatik, ialah cara menampilkan tokoh tidak secara langsung tetapi melalui gambaran ucapan, perbuatan, dan komentar atau penilaian pelaku atau tokoh dalam suatu cerita. Masih mengenai tokoh, Tujiyono (2008) berpendapat bahwa tokoh dalam film disebut tokoh rekaan yang berfungsi sebagai pemegang peran watak tokoh. Itulah sebebanya istilah tokoh juga disebut karakter atau watak. Istilah penokohan juga sering disamakan dengan istilah perwatakan atau karakterisasi (tidak sama dengan karakteristik).
Dalam unsur intrinsik suatu film terdapat istilah yang lazim digunakan, yakni penokohan dan teknik penokohan. Penokohan merujuk kepada proses penampilan tokoh yang berfungsi sebagai pembawa peran watak tokoh cerita dalam film. Sedangkan teknik penokohan adalah teknik yang digunakan penulis naskah lakon, sutradara, atau pemain dalam penampilan atau penempatan tokoh-tokoh wataknya dalam film.
Teknik penokohan dilakukan dalam rangka menciptakan citra tokoh cerita yang hidup dan berkarakter. Watak tokoh cerita dapat diungkapkan melalui salah satu dari lima teknik berikut ini:
1.        Apa yang dipikirkan, dirasakan, atau dikehendaki tentang dirinya atau tentang diri orang lain.
2.        Kelakuan dan tindakan.
3.        Cakapan, ucapan dan ujaran.
4.        Kehendak, perasaan dan pikiran.
5.        Penampilan fisik.
Dalam beberapa film Hollywood, terkadang seorang sutradara menekankan karakter dari tokoh utamanya sebagai daya tarik utama dari film tersebut. Sebut saja beberapa film Hollywood yang terkenal karena tokoh utamanya, seperti James Bond, Superman, Spiderman, Batman, Harry Potter, dan masih banyak lagi. Dalam film-film tersebut pada umumnya judul film diambil dari nama tokoh utamanya, sebab yang menjadi pusat perhatian atau inti cerita adalah tokoh utama tersebut. Kebanyakan tokoh-tokoh utama tersebut merupakan tokoh protagonis, misalnya James Bond. James Bond merupakan karakter fiksi yang diciptakan tahun 1953 oleh penulis Inggris bernama Ian Fleming, yang kemudian muncul dalam dua belas novel dan dua koleksi cerita pendek versi original, lalu diangkat menjadi beberapa karya film dengan judul yang sama (Wikipedia, 2011). James Bond adalah seorang agen rahasia intelejen Inggris (Secret Intelligence Service-SIS, atau dikenal juga dengan nama MI6), dan untuk menjalankan tugasnya tersebut James Bond selalu identik dengan mobil mewah dan barang-barang canggih, seperti jam tangan dengan fitur teknologi tinggi dilengkapi radar untuk pengendali radioaktif. Selain jam tangan, James Bond juga selalu membawa senjata, yang sangat khas dari senjata miliknya adalah Pistol Walther PPK. Hingga saat ini terdapat 22 judul film James Bond, dengan film pertama pada tahun 1962 berjudul Dr. No dan film terkini rilis tahun 2008 dengan judul Quantum of Solace.
Selain James Bond, tokoh terkenal dari film Hollywood lainnya adalah Superman, Spiderman, dan Batman. Ketiga tokoh tersebut adalah tokoh pahlawan atau superhero, dimana masing-masing memiliki watak protagonis dan diceritakan sebagai pahlawan yang memiliki kekuatan untuk menolong orang-orang disekitarnya yang berada dalam kesulitan atau di bawah ancaman kejahatan. Superman merupakan tokoh fiksi yang diciptakan oleh seniman asal Kanada, Joe Shuster dan penulis Amerika Serikat, Jerry Siegel pada tahun 1932. Dalam Bahasa Inggris, Superman juga dikenal sebagai “The Man of Steel” (“Manusia Baja”), “The Man of Tomorrow” (“Pria Masa Depan”), dan “The Last Son of Krypton” (“Putra Terakhir Planet Kripton”).
Pada awal penciptaan oleh Shuster dan Siegel, Superman memiliki kepribadian yang agresif dan kasar. Karakter yang terlihat dalam langkah untuk menghentikan kekerasan dalam rumah tangga, para lintah darat, gangster dan mafia, dengan sedikit kasar dan kurang memiliki kode moral untuk penonton saat ini. Kemudian ada penulis yang telah melembutkan karakter ini dan menanamkan rasa idealisme moral dan kode etik. Hingga akhirnya terdapat seorang editor baru yang bernama Whitney Ellsworth memberikan kode etik untuk karakter ini, melarang Superman untuk membunuh seseorang (Wikipedia, 2011).
Superman identik dengan kostumnya yang berwarna biru tua dan sayap di punggungnya serta celana berwarna merah. Kostum Superman juga dilengkapi dengan logo huruf “S” di dada. Superman adalah karakter pahlawan super pertama yang memakai logo di dadanya. Bagi para penciptanya, “S” berarti “Shield” (tameng), bentuk logo tersebut mencontek dari Lencana Polisi Amerika. Setelah Superman semakin terkenal, logo itu dikenal dengan sebutan “The Knight Shield”. Dalam film-filmnya, Superman diceritakan memiliki nama asli Clark Kent yang bekerja sebagai seorang reporter surat kabar, orang-orang disekitarnya tidak tahu bahwa sebenarnya Clark Kent adalah seorang pahlawan super yang memiliki kekuatan seperti kecepatan super, stamina dan panca indra yang hebat, kecerdasan, regenerasi, berumur panjang, nafas super, pengelihatan panas, pengelihatan sinar-x, dan daya terbang.
Berbeda dengan Superman, tokoh heroik lainnya yaitu Spiderman. Bermula dari seorang anak SMA yatim piatu bernama Peter Parker yang hidup bersama bibi dan pamannya. Pada suatu hari ketika ia menghadiri pameran ilmu pengetahuan, ia digigit oleh laba-laba beradioaktif yang menyebabkan ia memiliki kekuatan dan kemampuan super. Ia dapat merayap di dinding dan langit-langit, memiliki kekuatan super, memiliki indra keenam dan mampu merasakan tanda bahaya, memiliki keseimbangan yang sempurna, kecepatan super dan kelincahan, serta memiliki tembakan jaring laba-laba dari pergelangan tangannya.
Tokoh Spiderman diciptakan oleh penulis Sten Lee dan Steve Ditko. Tokoh ini muncul pertama kali muncul pada awal tahun 1960-an (Wikipedia, 2011). Spiderman identik dengan kostum berwarna merah dan biru yang memiliki pola jaring laba-laba di seluruh bagian kostum. Film berjudul Spiderman sekuel pertama rilis pada tahun 2002, lalu pada tahun 2004 dirilis sekuel kedua Spiderman-2, dan berikutnya Spiderman-3 rilis tahun 2007. Spiderman-4 dijadwalkan akan dirilis pada awal tahun 2012 mendatang.
Sedangkan Batman adalah tokoh fiksi pahlawan super yang diciptakan oleh seniman Bob Kane dan penulis Bill Finger. Dalam kisah aslinya identitas Batman adalah Bruce Wayne, seorang pengusaha kaya yang semasa kecil menyaksikan pembunuhan orang tuanya dan tergerak untuk memerangi kejahatan dengan berbagai senjata ciptaan sendiri. Batman beroperasi di Gotham City, dibantu oleh pengasuhnya Alfred Pennyworth dan rekannya Robin. Tidak seperti superhero kebanyakan, dia tidak memiliki kekuatan super, ia hanya menggunakan intelejensi, ketrampilan sebagai detektif, ilmu pengetahuan dan teknologi, kekayaan, ketangkasan fisik, dan intimidasi dalam memerangi kejahatan. Batman memiliki kondisi fisik di atas manusia normal tangkas dalam beberapa macam hal, ahli bela diri, akrobatik, kekuatan dan ahli dalam meloloskan diri. Keintelektualan yang tiada bandingnya. Batman adalah salah satu ilmuwan, insinyur, ahli kriminologi, dan taktisian terhebat (Wikipedia, 2011).
Kostum Batman menggabungkan sosok kelelawar untuk menakuti para kriminal. Perincian kostum Batman berkali-kali selalu berubah melalui bermacam-macam cerita dan media, tetapi elemen yang tetap dan tak berubah hanya jubah yang membentuk sayap kelelawar, topeng yang menutupi sebagian besar wajah dan memiliki kuping seperti kelelawar, logo kelelawar di dada, ditambah sabuk peralatan. Batman di lengkapi dengan persenjataan canggih yang sangat banyak dalam memerangi kejahatan, design-nya selalu menggunakan motif kelelawar. Kendaraan utama Batman adalah Batmobile, yang menggambarkan mobil hitam dengan tambahan aksesoris yang memberi kesan sebuah sayap kelelawar. Kendaraan Batman yang lain termasuk Batplane (alias Batwing), Batboat, Bat-Sub dan Batcycle. Ketika Batman dibutuhkan, Polisi Kota Gotham menyalakan sebuah lampu dengan lencana bentuk kelelawar diatas lensanya, yang disebut Bat-signal yang berkilau di kegelapan langit malam, menciptakan sebuah simbol kelelawar melewati awan yang dapat dilihat dari beberapa sudut di Kota Gotham. Bentuk dari sinyal tersebut dapat berubah-ubah, tergantung dari kontinuitas dan jalur yang dilaluinya. Batman menghadapi bermacam-macam musuh dari penjahat biasa sampai ke penjahat super berpenampilan aneh. Banyak musuh Batman yang diciptakan dari aspek karakter pahlawan dan pengembangannya, sering mengalami kisah asli yang tragis yang membuat mereka menjadi seorang penjahat. Musuh Batman yang paling keras kepala adalah Joker, seorang badut kriminal yang memiliki "personifikasi irasional" menggambarkan penentangan terhadap Batman. Antagonis lain yang selalu berulang-ulang termasuk Catwoman, the Penguin, Two-Face, the Riddler, Scarecrow, Mister Freeze, Poison Ivy, Ra's Al Ghul, Bane dan lain-lain.
Tokoh yang tersohor dalam film Hollywood lainnya adalah Harry Potter. Harry James Potter  (lahir 31 Juli 1980) adalah seorang karakter penyihir fiktif yang merupakan protagonis dalam serial novel fantasi dan sihir oleh J.K. Rowling dan film yang berdasarkan novel ini. Novel pertamanya, Harry Potter dan Batu Bertuah diedarkan pada 1997, dengan latar belakang cerita yang terjadi pada tahun 1991 yang kemudian difilmkan pada tahun 2001(Wikipedia, 2011). Harry Potter adalah penyihir berdarah campuran, ibunya Lily Evans adalah kelahiran muggle dan ayahnya James Potter adalah penyihir berdarah murni, kedua orang tuanya telah meninggal karena dibunuh oleh Lord Voldemort ketika Harry masih bayi, namun demikian, ketika ia mengarahkan tongkat sihirnya kepada Harry, kutukan pembunuh yang dikeluarkannya malah membalik kepada dirinya sendiri. Arwah Voldemort tercabik dari tubuhnya sendiri yang hancur, menghilang dari dunia sihir, tapi tidak mati. Sementara itu, satu-satunya hasil dari kutukan yang gagal itu meninggalkan bekas yang khusus di dahinya, cacat berbentuk sambaran kilat.
Ketika berusia 11tahun, Harry mendapatkan surat dari Sekolah Sihir Hogwarts yang berisi pemberitahuan bahwa ia adalah seorang penyihir dan ia pun dipersilahkan untuk bersekolah di Hogwarts. Harry Potter adalah seorang murid yang memiliki kemampuan sihir yang baik, ia dapat mengucapkan mantra-mantra dengan baik, reputasinya di Hogwarts sudah terkenal sebagai seorang anak laki-laki yang selamat dari kutukan pembunuh Lord Voldemort. Hingga ia pun harus berurusan kembali dengan penyihir hitam yang kejam tersebut. Ditemani dengan kedua sahabatnya Ronald Weasley dan Hermione Granger, mereka bertiga berusaha menyelamatkan dunia sihir dari ancaman kejam Lord Voldemort. Film Harry Potter terbagi dalam tujuh sekuel, terdiri dari Harry Potter and the Sorcerer’s Stone (2001), Harry Potter and the Chamber of Secret (2002), Harry Potter and the Prisoner of Azkaban (2005), Harry Potter and the Goblet of Fire (2006), Harry Potter and the Order of Pheonix (2007), Harry Potter and the Half-Blood Prince (2009), dan Harry Potter and the Deathly Hollows Bagian I (2010) serta Bagian II (2011).
Tokoh utama dalam film-film Hollywood tidak hanya diperankan atau dikisahkan oleh manusia, ada beberapa film Hollywood yang tokoh utamanya diperankan atau dikisahkan oleh hewan. Contoh film Hollywood yang terkenal dengan hewan sebagai tokoh utamanya ialah Lion King (1994), Garfield (2004), 101 Dalmatians (1996), Air Bud (1997), Finding Nemo (2003), Ice Age (2002), Kung Fu Panda (2008), dll. Sebagian dari film tersebut merupakan film animasi atau kartun, namun ada juga film yang benar-benar diperankan oleh hewan, yang tentunya menggunakan teknik-teknik tertentu agar hewan tersebut dapat ber-acting layaknya pemeran utama dalam sebuah film, contohnya seperti 101 Dalmatians dan Air Bud.
Pada dasarnya, tidak hanya tokoh-tokoh utama yang memiliki watak protagonis yang mampu dikenal oleh masyarakat. Tokoh antagonis yang memiliki karakter cukup kuat dalam sebuah film juga mampu menarik perhatian para penonton. Sebut saja Lord Voldemort dari film Harry Potter, Poison Ivy dari film Batman, Cruela Devil dari film 101 Dalmations, dan masih banyak lagi. Tokoh-tokoh antagonis tersebut pada umumnya juga memiliki ciri-ciri khusus atau penampilan khusus yang identik dengan diri mereka masing-masing. Hal lain yang membuat tokoh-tokoh tersebut terkenal selain dari penampilan fisiknya adalah karena karakter antagonis mereka yang amat kuat, yang dari awal hingga akhir cerita dikisahkan sebagai tokoh yang jahat.

2.2  Tema dan Amanat
Sebagai salah satu unsur intrinsik dari sebuah film, menurut Suciyanti (2010) tema cerita adalah pokok pikiran dalam sebuah film, atau dapat diartikan pula sebagai dasar cerita yang ingin disampaikan oleh sutradaranya. Tema film harus disesuaikan dengan penonton. Jika film ditujukan kepada pelajar, maka tema ceritanya juga harus sarat dengan pendidikan. Jangan sampai tema yang disajikan justru menjerumuskan pelajar sebagai penonton pada hal-hal yang tidak edukatif. Mengenai amanat, beliau mengatakan bahwa amanat adalah pesan yang ingin disampaikan penulis cerita kepada penonton atau penikmat film. Jika film ditujukan kepada pelajar, maka seiring dengan temanya, film harus memberikan amanat yang bersifat edukatif. Selain itu, cerita dalam film harus dapat menambah pengetahuan yang positif bagi siswa.
Sedangkan Wahidin (2009) berpendapat bahwa tema ialah persoalan yang menduduki tempat utama dalam film atau karya sastra. Tema mayor ialah tema yang sangat menonjol dan menjadi persoalan. Tema minor ialah tema yang tidak menonjol.
Amanat ialah pemecahan yang diberikan oleh sutradara bagi persoalan di dalam karya sastra. Amanat biasa disebut makna. Makna dibedakan menjadi makna niatan dan makna muatan. Makna niatan ialah makna yang diniatkan oleh sutradara bagi karya sastra yang diciptakannya. Makna muatan ialah makana yang termuat dalam karya sastra tersebut.
Tema dan Amanat merupakan unsur yang penting dalam suatu film, sebuah film dapat dikatakan sukses jika amanat yang disampaikan dapat diterima dengan baik oleh masyarakat atau penontonnya. Tidak hanya sekedar diterima namun juga memberikan dampak positif kepada masyarakat. Terdapat beberapa film Hollywood yang memiliki amanat yang baik dan menginspirasi banyak orang. Sebut saja film Robin Hood, dikisahkan Robin Hood adalah tokoh heroik dalam sejarah Inggris. Ia adalah seorang pemanah dan prajurit yang pandai berpedang. Robin Hood terkenal dengan kebiasaannya merampok harta orang kaya yang tamak lalu membagikannya kepada rakyat miskin. Ia termasuk seorang prajurit berjuang untuk rakyat Inggris, ia berani memerangi para penguasa Inggris yang tidak layak dan korup. Film tersebut memiliki amanat untuk peduli kepada sesama dan tidak takut untuk memperjuangkan kebenaran dan hak kaum miskin, dimana dalam film tersebut tokoh utamanya, yaitu Robin Hood merupakan seorang ksatria yang berusaha bertarung melawan kekuasaan kerajaan Inggris yang tamak akan harta sehingga merampas apa yang seharusnya menjadi hak milik rakyat jelatah.
Film Hollywood berikutnya yang mengandung amanat positif adalah Nany McPhee. Film ini mengisahkan tentang  tujuh anak bersaudara yang nakal dan terbiasa hidup tanpa sopan santun di rumahnya, serta tidak menghargai apa yang mereka miliki. Ibu mereka telah meninggal dunia, sehingga ayahnya menggunakan bantuan pengasuh untuk mengurus ketujuh anaknya tersebut. Namun, karena kenakalan anak-anaknya yang luar biasa, setiap pengasuh yang bekerja selalu tidak dapat bertahan lama, sebab ketujuh anak tersebut selalu berusaha menyingkirkan setiap pengasuh yang diutus untuk mengurus mereka. Ketika ayahnya sudah tidak sanggup lagi menghadapi kenakalan anak-anaknya, datanglah seorang pengasuh yang mengaku dirinya adalah pengasuh dari pemerintahan, pengasuh misterius itu bernama McPhee, yang sesungguhnya dikisahkan bahwa Nanny McPhee tersebut adalah peri yang memiliki tugas untuk mendidik anak-anak yang nakal dan tidak patuh terhadap orang tuanya.
Dengan menggunakan sentuhan sihir serta menerapkan kedisiplinan penuh kepada ketujuh anak-anak tersebut, Nanny McPhee lambat laun mampu mendidik anak-anak tersebut untuk tidak mengacaukan rumah mereka lagi, mulai mematuhi apa perintah orang tua, terutama ketika mereka diminta untuk pergi tidur, bangun pagi, dan berpakaian rapi. Selain itu mereka juga mulai membantu ayahnya dalam menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi. Film ini memberikan amanat, khususnya untuk anak-anak, agar menjadi anak yang disiplin dan memiliki sopan santun, serta mengajari mereka untuk menerima konsekuensi untuk setiap hal yang dilakukan. Nanny McPhee memberikan lima pelajaran penting dalam film ini, yaitu pertama, agar segera pergi tidur ketika diminta untuk tidur (tanpa membantah). Kedua, agar segera bangun ketika mereka dibangunkan. Ketiga, agar segera berpakaian rapi ketika mereka diminta untuk mengenakan pakaian. Keempat, agar mendengarkan nasehat orang tua serta membiasakan diri untuk senantiasa mengucapkan kata “Please” (tolong) dan “Thank You” (terima kasih) ketika mereka meminta bantuan kepada siapapun. Kelima, agar mereka melakukan apa yang diperintahkan oleh orang tua.
Selanjutnya film Hollywood yang menarik untuk dianalisis dari segi amanat adalah film animasi Beauty and The Beast. Bercerita tentang seorang gadis yang cantik bertemu dengan makhluk buruk rupa, namun karena kelembutan hati gadis tersebut, ia mau menemani makhluk buruk rupa yang kesepian itu karena gadis tersebut tidak memandang seorang sahabat dari penampilan fisiknya, sehingga akhirnya makhluk buruk rupa tersebut suatu hari berubah ke wujud asalnya, yaitu seorang pangeran tampan. Pangeran tampan itu pun menyadari kebaikan dan ketulusan hati gadis cantik yang telah menemaninya selama ini. Film ini memberikan inspirasi untuk tidak menilai sesuatu dari apa yang terlihat, bahwa persahabatan tidak seharusnya memandang fisik semata. Apabila seseorang ikhlas menjalani sesuatu untuk membahagiakan orang lain, maka hal tersebut pada waktunya nanti akan membawa kebahagiaan untuk orang tersebut.

2.3  Latar
Menurut Wahidin (2009) latar disebut juga setting, yaitu tempat atau waktu terjadinya peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam sebuah film atau karya sastra. Latar atau setting dibedakan menjadi latar material dan sosial. Latar material ialah lukisan latar belakang alam atau lingkungan di mana tokoh tersebut berada. Latar sosial, ialah lukisan tatakrama tingkah laku, adat dan pandangan hidup. Selain itu, terdapat pula istilah pelataran yang memiliki arti teknik atau cara-cara menampilkan latar.
Setiap sastrawan tentunya memiliki pandangan yang berebeda-beda pula mengenai arti dari latar sebuah film. Tujiyono (2008) mengatakan bahwa latar adalah tempat terjadinya peristiwa yang diceritakan dalam sebuah film. Latar tidak hanya merujuk kepada tempat, tetapi juga ruang, waktu, alat-alat, benda-benda, pakaian, sistem pekerjaan, dan sistem kehidupan yang berhubungan dengan tempat terjadinya peristiwa yang menjadi latar ceritanya.
Dari banyaknya film-film Hollywood, terdapat beberapa film yang menonjolkan unsur latar pada film tersebut. Salah satu film yang fenomenal adalah Titanic, film Titanic berhasil menjadi film box office terbaik sepanjang sejarah perfilman. Mengambil setting pada tahun 1912 di Inggris, Film Titanic menceritakan tentang seorang pemuda dari kalangan bawah bernama Jack Dawson yang mendapatkan lotre berupa tiket gratis untuk ikut dalam pelayaran kapal laut Titanic mengarungi Samudera Atlantik (Wikipedia, 2011). Dalam perjalanannya, Jack bertemu dengan perempuan dari penumpang kelas atas bernama Rose. Suatu ketika Jack melihat Rose akan terjun dari atas kapal karena ia merasa frustasi dengan hidupnya, bahwa ia harus menikah dengan pria yang tidak dicintainya, Rose dijodohkan dengan seorang pengusaha kaya bernama Cal agar orang tuanya dapat menebus hutang mereka. Dari adegan itulah kisah cinta Jack dan Rose yang berbeda kelas tersebut dimulai. Film Titanic menyuguhkan pemandangan indah dari kapal pesiar yang sangat mewah. Di tengah cerita, kapal tersebut dikisahkan menabrak gunung es di tengah laut, yang membuat awak kapal rusak parah dan terbelah menjadi dua bagian. Penonton diberi situasi yang cukup menegangkan ketika para pemain dalam film tersebut berusaha untuk menyelamatkan diri mereka masing-masing agar tidak tenggelam ke dasar laut. Selain karena latarnya yang bagus, Titanic juga dikemas dengan cerita yang menyentuh dan mengharukan.
Berbeda dengan Titanic yang memilih latar di atas kapal pesiar, film Avatar menceritakan tentang sebuah perusahaan tambang mineral bernama RDA (Resources Development Administration) pada abad ke-22 yang beroperasi di sebuah planet luar angkasa yang memiliki atmosfir hampir mirip dengan bumi, planet tersebut bernama Pandora, terletak di rasi bintang Alpha Centauri, sekitar 4,37 tahun cahaya dari bumi, yang mana 1 tahun cahaya sama dengan 9,5 triliun kolometer. Pandora dihuni oleh para makhluk yang disebut Na’vi, mereka memiliki tinggi rata-rata 3meter, berkulit biru gelap dan memiliki ekor. Mereka hidup dalam harmoni dan hubungan yang baik dengan alam, serta mamuja dewi bernama Eywa. Avatar memberikan pemandangan yang sangat indah, planet Pandora memiliki keindahan dan kekayaan alam yang melimpah. Terdapat flora dan fauna yang eksotis, bentuk fisik fauna di Pandora pada umumnya memiliki ukuran yang lebih besar dari pada fauna di Bumi, banyak sekali hewan berkaki enam (hexapodal). Flora di planet Pandora juga pada umumnya memiliki ukuran yang lebih besar, tebal, namun dengan gaya gravitasi yang lebih ringan. Secara keseluruhan film ini memberikan kesegaran karena latarnya yang unik dan juga mengesankan. Sang sutradara mampu mengemas dengan apik gambaran planet luar angkasa hingga terlihat seperti nyata. Tidak heran jika film Avatar mampu meraih beberapa penghargaan dalam Golden Globe Award.

2.4  Alur
Dalam sebuah film terdapat salah satu unsur intrinsik yang disebut dengan alur. Wahidin (2009) menjelaskan bahwa alur disebut juga plot, yaitu rangkaian peristiwa yang memiliki hubungan sebab akibat sehingga menjadi satu kesatuan yang padu bulat dan utuh. Alur terdiri atas beberapa bagian :
1.        Awal, yaitu pengarang mulai memperkenalkan tokoh-tokohnya.
2.        Tikaian, yaitu terjadi konflik di antara tokoh-tokoh pelaku.
3.        Gawatan atau rumitan, yaitu konflik tokoh-tokoh semakin seru.
4.        Puncak, yaitu saat puncak konflik di antara tokoh-tokohnya.
5.        Leraian, yaitu saat peristiwa konflik semakin reda dan perkembangan alur mulai terungkap.
6.        Akhir, yaitu seluruh peristiwa atau konflik telah terselesaikan.
Sedangkan pengaluran, yaitu teknik atau cara-cara menampilkan alur. Menurut kualitasnya, pengaluran dibedakan menjadi alur erat dan alur longggar. Alur erat ialah alur yang tidak memungkinkan adanya pencabangan cerita. Alur longgar adalah alur yang memungkinkan adanya pencabangan cerita. Menurut kualitasnya, pengaluran dibedakan menjadi alur tunggal dan alur ganda. Alur tunggal ialah alur yang hanya satu dalam karya sastra. Alur ganda ialah alur yang lebih dari satu dalam karya sastra. Dari segi urutan waktu, pengaluran dibedakan kedalam alur lurus dan tidak lurus. Alur lurus ialah alur yang melukiskan peristiwa-peristiwa berurutan dari awal sampai akhir cerita. Alur tidak lurus ialah alur yang melukiskan tidak urut dari awal sampai akhir cerita. Alur tidak lurus bisa menggunakan gerak balik (backtracking), sorot balik (flashback), atau campauran keduanya.
Terdapat pula pengertian lain mengenai alur dari Suciyanti (2010), menurut beliau plot atau alur adalah pola dasar dari kejadian-kejadian yang membangun aksi yang penting dalam sebuah film. Plot film harus dibangun mulai dari awal, lalu terdapat kemajuan-kemajuan, dan penyelesaian masalah yang diberikan kepada penonton. Plot menjelaskan bagaimana sebuah kejadian memengaruhi kejadian yang lain dan mengapa orang-orang yang ada di dalamnya berlaku seperti itu.
Lebih lanjut lagi Suciyanti (2010) menjabarkan alur menjadi beberapa bagian sebagai berikut:
1.        Eksposisi/ introduksi merupakan pergerakan terhadap konflik melalui dialog-dialog pelaku.
2.        Intrik merupakan persentuhan konflik atau keadaan mulai tegang.
3.        Klimaks merupakan pergumulan konflik atau ketegangan yang telah mencapai puncaknya dalam cerita.
4.        Antiklimaks merupakan konflik mulai menurun atau masalah dapat diselesaikan.
5.        Konklusi merupakan akhir peristiwa atau penentuan terhadap nasib pelaku utama.
Sebagian besar dari film Hollywood memiliki alur maju atau alur lurus. Namun juga ada beberapa film yang memiliki alur mundur/sorot balik (flash back) atau alur tidak lurus. Contoh film dengan alur flash back adalah Titanic, dimulai dari sang tokoh utama bernama Rose yang menceritakan kisahnya di masa lampau ketika berlayar menggunakan kapal Titanic. Selain itu, film berjudul Currious Case of Benjamin Button juga merupakan film yang memiliki alur flash back. Film yang dirilis pada tahun 2008 ini menceritakan tentang seorang pria yang lahir sebagai bayi yang wajahnya seperti orang tua dan tumbuh dengan wajah yang semakin muda. Plot film ini bermula pada tahun 2005 ketika seorang wanita tua bernama Daisy yang menghabiskan sisa usianya di atas ranjang, ia meminta kepada anaknya Caroline, untuk membacakan buku harian Benjamin Button. Dari situlah cerita berawal, pada tahun 1918 lahir bayi laki-laki dengan kondisi fisik seperti soerang kakek-kakek. Ibu bayi meninggal dunia setelah melahirkan, dan ayahnya pergi meniggalkannya di depan panti jompo. Pada tahun 1930, ketika Benjamin sudah berusia 12 tahun dan mulai meninggalkan kursi rodanya, ia bertemu dengan Daisy, cucu dari salah satu penghuni panti jompo. Mereka pun berteman baik. Pada tahun 1936, saat usia nya 18 tahun, dan ia nampak seperti laki-laki setengah baya, Benjamin pergi dari tempat kelahirannya New Orleans, Amerika Serikat menuju daerah perkotaan untuk bekerja.
Pada tahun 1945, Benjamin kembali ke New Orleans, dan bertemu dengan Daisy yang saat itu berusia 21 tahun dan telah menjadi penari balet yang sukses. Namun karir Daisy berakhir di Paris pada tahun 1957, ketika dia ditabrak taksi dan kakinya sudah tak bisa lagi untuk bermain balet. Ketika Benjamin pergi menemui Daisy, dia kagum pada penampilan muda Benjamin. Pada tahun 1962, Daisy kembali ke New Orleans dan reuni dengan Benyamin, ketika itu usia dan fisik mereka sebanding hingga mereka jatuh cinta dan hidup bersama. Daisy melahirkan seorang gadis, bernama Caroline pada tahun 1968. Benjamin percaya dia tidak bisa menjadi sosok ayah kepada putrinya karena penuaannya yang tidak normal, dia pun menjual barang-barangnya, sebagian hasilnya diberikan untuk Daisy dan Caroline serta sebagian dia gunakan untuk berkeliling dunia sendiri selama tahun 1970-an.
Benjamin datang kembali di kehidupan Daisy pada tahun 1980. Namun Daisy telah menikah kembali, lalu Daisy pun memperkenalkan Benjamin kepada suaminya dan putrinya sebagai seorang teman. Pada tahun 1991, Daisy menerima panggilan telepon dari pekerja sosial. Mereka telah menemukan Benyamin yang kini nampaknya seperti berusia 12 tahun dan tinggal di sebuah bangunan kumuh. Mereka menghubungi Daisy karena mereka menemukan namanya dalam buku harian Benjamin. Para pekerja sosial mengatakan bahwa kondisinya menyerupai dementia atau kepikunan. Daisy bergerak ke rumah jompo dimana Benjamin tumbuh dan merawatnya saat dia menjadi semakin muda, sampai secara fisik seperti bayi, ia meninggal dalam pelukan Daisy. Tidak lama setelah itu Daisy meninggal dunia di rumah sakit New Orleans.
Selain alur sorot balik (flash back), ada juga beberapa film Hollywood yang memiliki alur campuran, yaitu gabungan antara alur lurus dan tidak lurus. Film Prince of Caspia adalah salah satu film yang menyajikan ceritanya dengan alur campuran. Prince of Caspia mengisahkan seorang ksatria yang mampu mengendalikan waktu, sehingga ia dapat kembali dan maju ke waktu yang ia kehendaki. Film berjudul Crash juga merupakan film yang memiliki alur campuran. Beberapa film Hollywood lain yang beralur campuran adalah Wicker Park, Notebook, dan Mr. and Mrs. Smith.

2.5  Sudut Pandang
Salah satu unsur intrinsik lain yang tidak dapat dipisahkan dari sebuah film atau karya sastra adalah sudut pandang. Menurut Wahidin (2009), sudut pandang ialah dari mana suatu cerita dikisahkan oleh pencerita. Pencerita di sini adalah pribadi yang diciptakan sutradara untuk menyampaikan cerita. Paling tidak ada dua sudut pandang yaitu pencerita sebagai orang pertama dan pencerita sebagai orang ketiga. Sebagai orang pertama, pencerita duduk dan terlibat dalam cerita tersebut, biasanya sebagai aku dalam tokoh cerita. Sebagai orang ketiga, pencerita tidak terlibat dalam cerita tersebut tetapi ia duduk sebagai seorang pengamat atau dalang yang serba tahu.
Pada umumnya sebagian besar dari film Hollywood menggunakan sudut pandang orang pertama dengan ciri-ciri menggunakan sebutan aku. Jarang ditemukan sebuah film yang tokohnya sebagai sudut pandang orang ketiga, dimana tokoh tersebut tidak terlibat dalam cerita namun sebagai pihak yang serba tahu.





BAB III
KESIMPULAN

Film atau karya sastra memiliki lima unsur intrinsik, yaitu tokoh/penokohan, tema dan amanat, latar, alur, dan sudut pandang. tokoh ialah pelaku dalam suatu film atau karya sastra. Dalam suatu film biasanya ada beberapa tokoh, namun biasanya hanya ada satu tokoh utama. Tokoh utama ialah tokoh yang sangat penting dalam mengambil peranan dalam film. terdapat dua jenis tokoh, yaitu tokoh datar (flash character) dan tokoh bulat (round character). Dari segi kejiwaan dikenal ada tokoh introvert dan ekstrovert. Dalam karya sastra dikenal pula tokoh protagonis dan antagonis. Beberapa contoh film Hollywood dengan tokoh yang menonjol adalah James Bond, Superman, Spiderman, Batman, dan Harry Potter.
Tema cerita adalah pokok pikiran dalam sebuah film, atau dapat diartikan pula sebagai dasar cerita yang ingin disampaikan oleh sutradaranya. Tema ialah persoalan yang menduduki tempat utama dalam film atau karya sastra. Sedangkan amanat ialah pemecahan yang diberikan oleh sutradara bagi persoalan di dalam karya sastra. Amanat juga biasa disebut makna. Film Hollywood dengan tema dan amanat yang baik contohnya adalah Robin Hood dan Nanny McPhee.
Latar disebut juga setting, yaitu tempat atau waktu terjadinya peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam sebuah film atau karya sastra. Latar atau setting dibedakan menjadi latar material dan sosial. Selain itu, terdapat pula istilah pelataran yang memiliki arti teknik atau cara-cara menampilkan latar. Latar tidak hanya merujuk kepada tempat, tetapi juga ruang, waktu, alat-alat, benda-benda, pakaian, sistem pekerjaan, dan sistem kehidupan yang berhubungan dengan tempat terjadinya peristiwa yang menjadi latar ceritanya. FilmTitanic dan Avatar memiliki setting atau latar yang bagus dan unik.
Alur disebut juga plot, yaitu rangkaian peristiwa yang memiliki hubungan sebab akibat sehingga menjadi satu kesatuan yang padu bulat dan utuh. Alur terdiri atas beberapa bagian, yaitu awal, tikaian, gawatan, puncak, leraian, dan akhir. Sedangkan pengaluran, yaitu teknik atau cara-cara menampilkan alur. Dari segi urutan waktu, pengaluran dibedakan kedalam alur lurus dan tidak lurus. Alur lurus ialah alur yang melukiskan peristiwa-peristiwa berurutan dari awal sampai akhir cerita. Alur tidak lurus ialah alur yang melukiskan tidak urut dari awal sampai akhir cerita. Alur tidak lurus bisa menggunakan gerak balik (backtracking), sorot balik (flashback), atau campauran keduanya. Beberapa film Hollywood dengan alur tidak lurus adalah Currious Case of Benjamin Button, Prince of Persia, Crash, Wicker Park, dan Mr. and Mrs. Smith.
Sudut pandang ialah dari mana suatu cerita dikisahkan oleh pencerita. Pencerita di sini adalah pribadi yang diciptakan sutradara untuk menyampaikan cerita. Paling tidak ada dua sudut pandang yaitu pencerita sebagai orang pertama dan pencerita sebagai orang ketiga. Pada umumnya sebagian besar dari film Hollywood menggunakan sudut pandang orang pertama dengan ciri-ciri menggunakan sebutan aku. Jarang ditemukan sebuah film yang tokohnya sebagai sudut pandang orang ketiga.

DAFTAR RUJUKAN

Maryani, Y. 2010. Pengertian Sastra. (Online), (http://www.catatansastra.com), diakses 1 April 2011.

Rosari. 2009. Pengertian Film. (Online), (http://raachaan.multiply.com), diakses 1 April 2011.

Suciyanti, C. 2010. Unsur-unsur Intrinsik Drama. (Online), (http://dramakreasi.blogspot.com), diakses 1 April 2011.

Tujiyono, S. 2008. Unsur-unsur Intrinsik Drama. (Online), (http://www.linkpdf.com), diakses 1 April 2011.

Wahidin. 2009. Pengertian, Fungsi, dan Ragam Sastra. (Online), (http://makalahkumakalahmu.wordpress.com), diakses 1 April 2011.

 Wikipedia. 2011. Tokoh Fiktif. (Online), (http://id.wikipedia.org), diakses 1 Mei 2011.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar