Selasa, 18 Oktober 2011

Kompensasi

Kompensasi

            Kompensasi adalah total dari seluruh imbalan yang diterima para karyawan sebagai ganti layanan mereka. Tujuan pemberian kompensasi adalah untuk menarik, mempertahankan, dan memotivasi karyawan. Bentuk-bentuk kompensasi meliputi kompensasi finansial langsung, kompensasi finansial tidak langsung (tunjangan), dan kompensasi nonfinasial.
            Kompensasi finansial langsung berupa upah, gaji, komisi, dan bonus. Untuk kompensasi finansial tidak langsung (tunjangan) dibedakan menjadi dua, yaitu tunjangan wajib dan tunjangan tidak wajib. Sedangkan kompensasi nonfinansial merupakan kepuasan yang diterima sesorang dari pekerjaan itu sendiri atau lingkungan psikologis dan/atau tempat orang tersebut bekerja.
            Dalam pemberian kompensasi finansial terdapat teori keadilan, yaitu teori motivasi yang menyatakan bahwa seseorang menilai kinerja dan sikapnya dengan cara membandingkan kontribusinya pada pekerjaan dan keuntungan yang diperoleh dari kontribusi tersebut dengan kontribusi dan keuntungan orang lain yang sebanding. Terdapat 5 kategori keadilan, yaitu keadilan finansial, keadilan eksternal, keadilan internal, keadilan karyawan, dan keadilan tim.
            Dalam teori pemberian kompensasi finansial langsung terdapat 4 determinan, yaitu organisasi, pasar tenaga kerja, pekerjaan, dan karyawan. Terdapat beberapa pengaruh dari organisasi dalam penentuan kompensasi finansial langsung, antara lain kebijakan organisasi, level organisasi, dan kemampuan untuk membayar. Sedangkan pengaruh dari pasar tenaga kerja adalah, survey kompensasi, kelayakan, biaya hidup, serikat pekerja, perekonomian, dan legilasi. Adapun pengaruh dari pekerjaan yaitu, analisis pekerjaan, deskripsi pekerjaan, dan evaluasi pekerjaan. Karyawan juga memiliki pengaruh dalam penentuan kompensasi finansial langsung, antara lain kinerja pekerjaan, keterampilan, kompetensi, senioritas, pengalaman, keanggotaan organisasi, potensi, pengaruh politik, dan keberuntungan.
            Setiap pekerjaan pada umumnya memiliki nilai, penetapan harga pekerjaan (job pricing) menempatkan nilai mata uang pada nilai pekerjaan. Perusahaan menggunakan tingkatan bayaran (pay grades) dan rentang bayaran (pay ranges) dalam proses penetapan harga pekerjaan. Tingkatan bayaran (pay grades) adalah pengelompokan pekerjaan-pekerjaan yang serupa untuk menyederhanakan penetapan harga pekerjaan. Sedangkan rentang bayaran (pay ranges) adalah tarif bayaran minimum dan maksimum dengan perbadaan yang cukup antara keduanya untuk membentuk perbedaan bayaran yang signifikan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar